01/05/12

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

|
Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi yang menunjukkan bahwa tekanan darah yang mengalir di pembuluh-pembuluh darah lebih tinggi dari ambang batas normal. Darah yang mengalir ke seluruh tubuh kita mempunyai tekanan akibat pemompaan yang dilakukan oleh jantung. Tekanan darah biasanya dinyatakan sebagai 120/80 mmHg, yang berarti bahwa tekanan sistolik adalah 120 mmHg sedangkan tekanan diastolik adalah 80mmHg. Tekanan sistolik adalah tekanan yang terjadi ketika jantung sedang memompa darah (sedang berkontraksi), sedangkan tekanan diastolik menunjukkan tekanan pada saat jantung sedang istirahat (tidak melakukan kontraksi).

Mengapa tekanan darah bisa meningkat yang kemudian disebut penyakit darah tinggi? Apa yang menyebabkannya dan bagaimana menghindarinya atau mengobatinya? 

Faktor Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Mengapa seseorang bisa terkena tekanan darah tinggi?

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya penyakit tekanan darah tinggi pada seseorang. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Umur
    Orang yang berusia lanjut mempunyai resiko terkena penyakit tekanan darah tinggi dibandingkan dengan yang berusia masih mudah. Pada usia pertengahan, pria lebih banyak yang terkena penyakit tekanan darah tinggi dibandingkan perempuan. Perempuan lebih cenderung terkena penyakit ini setelah mereka masuk periode menopouse.
  2. Riwayat keluarga
    Penyakit tekanan darah tinggi juga mempunyai hubungan dengan riwayat keluarga, apakah di dalam keluarga itu tersedapat orang lain yang telah terkena terlebih dahulu atau tidak.
  3. Kelebihan berat badan
    Orang yang mengalami kelebihan berat badan mempunyai volume darah yang lebih banyak yang beredar di dalam tubuhnya. Volume darah yang lebih banyak berarti memberikan tekanan yang lebih tinggi pula kepada dinding pembuluh darah.
  4. Kurang olah raga
    Orang yang kurang berolah raga mempunyai aktivitas jantung yang lebih tinggi. Aktivitas jantung yang lebih tinggi ini menyebabkan jantung juga bekerja lebih kuat dan menghasilkan tekanan pada darah yang lebih tinggi pula. Di samping itu, kurang olah raga juga dekat dengan kelebihan berat badan yang juga menjadi faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi.
  5. Perokok
    Orang yang sedang merokok akan meningkatkan tekanan darahnya dengan segera. Di samping itu, bahan kimia yang terkandung di dalam rokok juga dapat merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah tersebut. Pembuluh darah yang sempit akan menghasilkan tekanan darah yang tinggi.
  6. Terlalu banyak garam
    Makan terlalu banyak garam akan menyebabkan tubuh menyerap cairan yang lebih banyak sehingga menyebabkan tekanan darah meningkat.
  7. Terlalu sedikit kalium
    Kalium menjadi penyeimbang bagi garam natrium di dalam sel tubuh. Kalau kalium kurang maka hal ini bisa menyebabkan penumpukan garam natrium
  8. Terlalu sedikit Vitamin D
    Vitamin D dapat mempengaruhi kerja sebuah enzim di ginjal yang selanjutnya bisa mempengaruhi tekanan darah
  9. Minum alkohol
    Minum alkohol dapat merusak jantung. Minum sebanyak 2-3 gelas alkohol dalam sekali kesempatan akan meningkatkan aliran darah secara temporer sebab anda perlu mengeluarkan sebuah hormon yang akan meningkatkan aliran darah dan denyut jantung.
  10. Stress
    Stress bisa meningkatkan tekanan darah. Jika makan yang banyak, merokok, dan minum alkohol menjadi pelarian stress maka hal itu akan memperburuk kemungkinan anda terkena penyakit tekanan darah tinggi.  

Memilih Pengobatan Tekanan darah Tinggi 

Ada puluhan obat hipertensi yang ada di pasaran, masing-masing dengan pro dan kontra. Dokter biasanya memberikan 1 resep obat atau lebih tergantung dari jenis penyakit hipertensi yang diderita pasien.
Bagi mereka yang memiliki faktor resiko, disarankan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan penurun tekanan darah tinggi terlebih dahulu karena perubahan gaya hidup bisa membalikkan keadaan.
Mayo Clinic sebuah praktek medis nirlaba dan kelompok riset menyebutkan bahwa memilih pengobatan untuk penyakit hipertensi bisa sangat menipu. Untuk itu alangkah baiknya sebelum memulai pengobatan darah tinggi, Anda mengetahui opsi pengobatan yang Anda miliki.

Prehipertensi
Bagi Anda yang memiliki tekanan darah sistolik berkisar antara 120-139 mm/Hg dan tekanan darah diastolik yang berkisar 80-89 mm/Hg, maka Anda dikategorikan sebagai pengidap prehipertensi. Untuk kasus prehipertensi meski acap kali dokter memberikan resep penurun tekanan darah namun segalanya akan sama saja bahkan bertambah parah jika Anda tidak melakukan perubahan terhadap gaya hidup.Perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, meminimalisir konsumsi alkohol, dan berolahraga paling tidak 30 menit 5 hari dalam seminggu, berefek positif terhadap mereka yang telah didiagnosa mengidap hipertensi.

Tekanan Darah Tinggi Level 1 (140/90-159/99 mm/Hg)
Sekali lagi sangat disarankan untuk mengubah gaya hidup terlebih dahulu. Jika perlu mengonsumsi obat-obatan maka obat-obat yang mungkin diminum diantaranya sebagai berikut:
  • Diuretik
    Diuretik sangat ampuh untuk membuang kelebihan air dan sodium yang ada dalam tubuh sehingga dapat menurunkan darah tinggi. Ada tiga jenis diuretik dan pilihan para dokter untuk menurunkan tekanan darah adalah jenis thiazide diuretic.
  • Obat Lainnya
    Untuk tekanan darah tinggi level 1 mungkin yang Anda perlukan hanya thiazide diuretic. Namun dalam beberapa kasus dokter akan menyarankan untuk menambah obat-obatan seperti ACE inhibitors (melebarkan pembuluh darah dengan tidak membiarkan hormon angiotensin menganggu pembuluh darah), beta blocker (menghalangi sinyal saraf yang menuju jantung dan pembuluh darah), calcium channel blocker (mencegah kalsium masuk ke dalam sel otot jantung dan pembuluh darah), rennin inhibitor (mencegah terbentuknya renin yang merupakan zat yang diproduksi ginjal untuk menaikkan tekanan darah).
Tekanan Darah Tinggi Level 2 (160/100 mm/Hg) 
Bagi mereka yang tergolong memiliki tekanan darah tinggi maka ukuran tekanan darah bisa mencapai 160/100 mm/Hg bahkan mungkin lebih. Untuk pilihan pengobatan, umumnya tekanan darah tinggi level dua difokuskan pada dua metode pengobatan sekaligus untuk perawatan awal.
Obat-obatan yang dipakai sama seperti pengobatan pada tekanan darah tinggi level 1. Jika obat-obatan ini tidak juga mempan, maka dokter akan memberikan opsi lain seperti Alpha blocker, central-acting agent atau vasodilator. Tentunya obat-obatan ini lebih kuat dibandingkan yang lain namun tidak menutup kemungkinan juga memiliki efek samping yang lebih besar.
  

Ragam obat yang dapat menyebabkan Tekanan Darah Tinggi 

Mulai kini, Anda harus waspada terhadap obat-obatan yang Anda konsumsi untuk mengatasi berbagai penyakit. Beberapa obat kimia yang dijual umum ternyata dapat meningkatkan tekanan darah.
Dalam banyak kasus, tekanan darah tinggi adalah hasil akumulasi dari banyak faktor penyebab selama bertahun-tahun, dan salah satu faktornya adalah konsumsi obat yang menaikkan tekanan darah.
Tentu saja, obat-obatan ini menyebabkan tekanan darah tinggi seketika begitu Anda mengonsumsinya. Jika Anda penderita darah tinggi dan terserang penyakit seperti flu dan batuk ataupun yang lainnya waspadai beberapa obat di bawah ini atau selalu biarkan dokter tahu bahwa Anda memiliki darah tinggi sehingga ia bisa memberikan resep obat lainnya atau menurunkan dosisnya.
  • Acethominophen atau Paracetamol
    Acethominophen dikenal sebagai penghilang rasa sakit dan penurun panas. Penelitian telah mengungkap bahwa wanita yang mengonsumsi acethominophen dengan dosis 500 gr atau lebih per hari memiliki tekanan darah yang melonjak tajam. Beberapa acethominophen mengandung Tylenol untuk menurunkan demam. Jika Anda bukan pengidap darah tinggi, Anda harus tetap waspada dan memeriksa tekanan darah 30 menit setelah mengonsumsi acethominophen. Jika naik drastis, Anda dapat meminta dokter untuk menurunkan dosisnya atau mengganti dengan obat penghilang rasa sakit lainnya.
  • Antidepresant (obat penenang)
    Hanya untuk beberapa pasien, antidepressant dapat menaikkan tekanan darah. Obat penenang ini meredakan depresi dengan cara merubah respon otak terhadap senyawa yang berhubungan dengan mood. Masih belum diketahui mengapa beberapa jenis obat penenang menaikkan tekanan darah.
  • Pil KB
    Beberapa wanita yang mengonsumsi Pil KB ditemukan naik tekanan darahnya. Ini disebabkan oleh hormon yang terkandung dalam pil menyebabkan menyempitnya pembuluh darah. Hampir semua pil KB menaikkan tekanan darah, silahkan konsultasikan pada dokter jika ingin menggunakan pil KB.
  • Decongestant
    Decogestant
    adalah obat flu yang meredakan hidung tersumbat dan batuk. Obat ini bekerja dengan menyempitkan dan memperkecil pembuluh darah pada hidung untuk mengurangi penyumbatan. Untuk itu Mayo Clinic menyarankan jika penderita darah tinggi terserang flu, jangan membeli sembarang obat decongestant yang tersedia di apotik tanpa resep atau obat-obat lain yang mengandung decongestant seperti pseudophedrine, ephedrine, phenylephrine, naphozoline dan oxymetazoline. Sebagai alternatif, penderita hipertensi bisa mengonsumsi obat rumahan seperti air jeruk nipis dan madu atau berkumur dengan air garam atau minum air hangat secara rutin.
  • Immunosuppressant
    Immunosuppressant adalah obat yang diberikan pada mereka yang kekebalan tubuhnya kurang seperti pada penyakit lupus atau bagi mereka yang baru saja melakukan transplantasi organ. Obat ini menaikkan tekanan darah diduga akibat adanya efek terhadap ginjal.
Meski Anda kurang paham mengenai istilah-istilah obat-obatan namun Anda tak bisa menutup mata bahwa obat-obatan ini bisa memperburuk tekanan darah tinggi yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Selalu periksa obat-obatan Anda agar tekanan darah bisa terjaga.

sumber : deherba.com

                          
Ad
Penyakit Tekanan Darah TinggiSocialTwist Tell-a-Friend

0 komentar:

Posting Komentar